Tentang DEWI AI
DEWI AI (Digital Ecosystem for Wisdom and Information) adalah asisten kecerdasan buatan Universitas Terbuka yang lahir dari penelitian tim UT. DEWI membantu menjawab pertanyaan mahasiswa, calon mahasiswa, alumni, dan masyarakat seputar layanan UT dari dokumen resmi, lewat teks maupun suara, di web dan di kiosk layar sentuh dengan avatar 3D. Penelitiannya diketuai Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. dan DEWI dirancang serta dikembangkan oleh Mahdy Eka Putra, S.Kom., M.Kom.
DEWI masih terus belajar. Setiap penilaian dan masukan dari Anda membantu tim memperbaikinya.
Tim di balik DEWI
- Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. (Ketua peneliti)
- Mahdy Eka Putra, S.Kom., M.Kom. (Anggota peneliti, perancang dan pengembang)
- Ismail Hasvi, M.Agr. (Anggota peneliti)
- Arief Mulyana, S.Kom., M.M. (Anggota peneliti)
- Effendi Hansori, S.Kom. (Anggota peneliti)
Penelitian
Rancang Bangun Digital Ecosystem for Wisdom and Information (DEWI AI): Transformasi Layanan Akademik PTJJ Melalui Integrasi Retrieval-Augmented Generation (RAG) dan Antarmuka Avatar 3D Hiper-Realistik.
Cakupan pengembangan
- Arsitektur sistem dan mesin jawaban berbasis Retrieval-Augmented Generation
- Antarmuka web, kiosk layar sentuh, dan dasbor admin
- Avatar 3D real time, suara, dan pengenalan ucapan
- Sinkronisasi pengetahuan dari situs resmi UT, direktori UT Daerah, dan direktori dosen
- Keamanan, kontrol akses per UT Daerah, pemantauan, dan penerapan di server
Kanal
- Web dewiai.com. Tanya lewat chat dari browser mana pun, tanpa perlu akun.
- Kiosk avatar 3D. Layar sentuh di kantor UT Daerah. Pengunjung cukup bicara, avatar DEWI menjawab dengan suara dan wajah.
- Widget dan API. Unit UT bisa menanamkan DEWI di situsnya atau menyambungkannya lewat API Gateway.
- WhatsApp. Jalur WhatsApp sudah dibangun, dengan jawaban yang lebih ringkas untuk layar ponsel.
- Aplikasi mobile. API khusus untuk aplikasi ponsel, lengkap dengan percakapan teks dan suara.
Cara DEWI menjawab
- Pertanyaan masuk. Lewat teks atau suara. Ucapan diubah menjadi teks secara langsung dengan kosakata istilah UT supaya nama dan singkatan tidak salah dengar.
- Maksud dan bahasa dikenali. DEWI membaca maksud pertanyaan dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Sapaan, kontak UT Daerah, dan nama dosen dijawab seketika dari direktori resmi.
- Referensi resmi dicari. Pencarian hibrida menggabungkan makna dan kata kunci, lalu memilih potongan dokumen UT yang paling relevan dan paling baru.
- Jawaban disusun. Model bahasa menyusun jawaban hanya dari referensi itu, lengkap dengan sumbernya. Bila dokumen belum memuatnya, DEWI berusaha mengatakannya dengan jujur.
- Jawaban mengalir. Jawaban tampil kata demi kata. Di kiosk, avatar mulai berbicara begitu kalimat pertama siap, dan pengunjung bisa menyela kapan saja.
- Terus diperbaiki. Pengguna menilai jawaban, tim meninjau yang kurang tepat di dasbor, dan pertanyaan yang sering muncul disiapkan lebih dulu supaya jawabannya tampil seketika.
Kiosk di UT Daerah
- Petugas memasangkan perangkat dengan kode 8 karakter. Kiosk langsung terikat ke UT Daerah-nya tanpa kata sandi di layar.
- Pengunjung menyentuh layar atau langsung bicara. DEWI mendengarkan sampai kalimat selesai, lalu menjawab lewat avatar.
- Jawaban bisa dibawa pulang lewat kode QR, dan pengunjung yang perlu dilayani petugas bisa langsung mengambil nomor antrean loket.
- Di akhir sesi, pengunjung memberi penilaian kepuasan dengan satu ketukan untuk laporan pimpinan.
Harapan kami, kiosk DEWI bisa hadir bertahap di setiap kantor UT Daerah di seluruh Indonesia. Setiap kiosk menyesuaikan zona waktu dan data wilayahnya, sementara pengetahuan, avatar, dan pembaruannya dikelola dari satu dasbor.
Teknologi
Kecerdasan buatan
- Model bahasa besar: Menyusun jawaban dalam bahasa yang natural
- Retrieval-Augmented Generation: Jawaban berpijak pada dokumen resmi UT, bukan tebakan
- Pengenalan ucapan real time: Mengubah suara menjadi teks dengan kosakata istilah UT
Avatar dan suara
- Avatar 3D interaktif: Wajah DEWI yang berbicara dan menanggapi secara langsung
- Streaming media real time: Video dan suara mengalir dengan jeda sekecil mungkin
- Sintesis suara: Suara berbahasa Indonesia yang enak didengar
Aplikasi dan layanan
- Layanan API asinkron: Melayani chat, suara, dan kiosk secara bersamaan
- Antrean kerja latar: Sinkronisasi dan pengolahan dokumen tanpa mengganggu layanan
- Arsitektur berlapis: Aturan layanan, akses data, dan tampilan dipisah dengan rapi
Data
- Basis data dengan indeks vektor: Pencarian makna dan kata kunci dalam satu tempat
- Cache in-memory: Pertanyaan yang sering muncul bisa dijawab seketika
Antarmuka
- Aplikasi web ringan: Cepat dimuat, termasuk di koneksi seluler
- Sistem desain: Komponen dan warna yang konsisten di web, kiosk, dan dasbor
- Aksesibilitas: Navigasi keyboard, label pembaca layar, dan kontras yang cukup
Infrastruktur
- Server berbasis kontainer: Setiap layanan terpisah dan mudah dipulihkan
- HTTPS otomatis: Lalu lintas selalu terenkripsi dan sertifikat diperbarui sendiri
- Cadangan otomatis: Basis data dicadangkan setiap malam, dan layanan utama diperiksa kesehatannya secara berkala
Rincian produk, vendor, dan konfigurasinya tidak kami publikasikan untuk menjaga keamanan layanan.
Sumber pengetahuan
- Dokumen resmi UT seperti SOP, panduan akademik, dan FAQ yang dikelola admin
- Halaman www.ut.ac.id dan situs fakultas yang disinkronkan otomatis setiap hari
- Direktori resmi UT Daerah berisi alamat, telepon, WhatsApp, dan jam layanan
- Direktori dosen dari PDDikti dan halaman dosen fakultas, diperbarui setiap minggu
Desain
- Bersih dan terang dengan warna resmi UT, supaya terasa bagian dari layanan kampus
- Kiosk potret dengan tombol besar yang mudah disentuh dan dibaca dari jarak berdiri
- Animasi halus yang otomatis berhenti bila perangkat meminta gerak dikurangi
- Aksesibel: kontras warna cukup, fokus keyboard terlihat, dan label untuk pembaca layar
- Bahasa Indonesia yang natural dan langsung ke inti, tanpa istilah yang membingungkan
Palet warna: Biru UT #00368B, Kuning UT #FDB913, Biru gelap #002468, Latar #F9FAFB. Tipografi: Huruf sans-serif yang bersih, dengan angka tabular untuk jam, antrean, dan metrik.
Keamanan dan privasi
- Semua kanal memakai HTTPS
- DEWI tidak pernah meminta kata sandi, dan NIM di catatan percakapan disamarkan otomatis
- Admin memakai kontrol akses berbasis peran, dan admin UT Daerah hanya melihat data wilayahnya
- Kiosk hanya berjalan di perangkat yang sudah dipasangkan petugas
- Pembatasan laju mencegah penyalahgunaan layanan
Dasbor admin
- Analitik pemakaian dan kualitas jawaban
- Kepuasan pengguna dan laporan pimpinan dalam Excel atau PDF
- Pengelolaan sumber pengetahuan dan sinkronisasi situs UT
- Pengelolaan kiosk, jadwal, dan layanan per UT Daerah
- Uji coba publik lengkap dengan kuesioner penelitian
Pertanyaan umum
Siapa yang mengembangkan DEWI AI?
DEWI AI dirancang dan dikembangkan oleh Mahdy Eka Putra, S.Kom., M.Kom., anggota tim peneliti Universitas Terbuka yang diketuai Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. Pengerjaannya mencakup arsitektur sistem, mesin jawaban, antarmuka web dan kiosk, avatar 3D, sampai penerapannya di server.
Siapa tim di balik DEWI AI?
DEWI AI lahir dari penelitian tim Universitas Terbuka yang diketuai Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. Perancangan dan pengembangannya dikerjakan oleh Mahdy Eka Putra, S.Kom., M.Kom., bersama anggota peneliti Ismail Hasvi, M.Agr.; Arief Mulyana, S.Kom., M.M.; dan Effendi Hansori, S.Kom.
Apa kepanjangan DEWI?
DEWI adalah singkatan dari Digital Ecosystem for Wisdom and Information. Julukannya AI-nya Universitas Terbuka, asisten AI yang membantu layanan akademik Universitas Terbuka.
Teknologi apa yang dipakai DEWI AI?
DEWI memakai pendekatan Retrieval-Augmented Generation: model bahasa besar menyusun jawaban dari dokumen resmi UT yang lebih dulu dicari di basis pengetahuan dengan pencarian makna dan kata kunci. Suara diproses dengan pengenalan ucapan real time, avatar 3D ditampilkan lewat streaming media real time, dan layanannya berjalan di server berbasis kontainer dengan HTTPS. Rincian produk, vendor, dan konfigurasinya tidak kami publikasikan untuk menjaga keamanan layanan.
Bagaimana cara DEWI menjawab pertanyaan?
Pertanyaan teks atau suara dikenali maksudnya, lalu DEWI mencari potongan dokumen resmi UT yang paling relevan dengan pencarian makna dan kata kunci. Model bahasa menyusun jawaban hanya dari referensi itu, lengkap dengan sumbernya, lalu jawaban mengalir kata demi kata. Kalau dokumennya belum ada, DEWI berusaha mengatakannya dengan jujur.
Apakah jawaban DEWI bisa dipercaya?
Jawaban DEWI bersumber dari dokumen resmi UT dan situs ut.ac.id yang disinkronkan setiap hari, dan sumbernya ditampilkan di bawah jawaban. DEWI tidak mengarang angka, tanggal, atau kontak, tetapi tetap bisa keliru. Kalau menemukan jawaban yang kurang tepat, beri penilaian di bawah jawaban supaya tim bisa memperbaikinya. Untuk data pribadi seperti nilai dan tagihan, DEWI mengarahkan ke layanan resmi UT.
Di mana DEWI bisa digunakan?
DEWI bisa dipakai di web dewiai.com dan di kiosk layar sentuh dengan avatar 3D di kantor UT Daerah. Unit UT juga bisa menanamkan DEWI di situsnya lewat widget atau API, dan jalur WhatsApp serta aplikasi mobile siap disambungkan. Semua kanal memakai pengetahuan yang sama.
Bagaimana kiosk DEWI di UT Daerah bekerja?
Petugas memasangkan kiosk dengan kode 8 karakter sehingga kiosk terikat ke UT Daerah-nya. Pengunjung cukup bicara atau menyentuh layar, avatar DEWI menjawab dengan suara, dan jawaban bisa dibawa pulang lewat kode QR. Harapannya, kiosk DEWI bisa hadir bertahap di setiap UT Daerah di seluruh Indonesia.
Bagaimana desain DEWI dibuat?
Tampilan DEWI memakai warna resmi UT, biru dan kuning, dengan huruf sans-serif yang bersih. Kiosk dibuat potret dengan tombol besar, animasinya halus dan otomatis berhenti bila perangkat meminta gerak dikurangi, dan halamannya diusahakan nyaman dipakai siapa saja.
Apakah data saya aman saat bertanya ke DEWI?
DEWI tidak pernah meminta kata sandi, dan NIM di catatan percakapan disamarkan otomatis. Semua kanal memakai HTTPS, dan catatan percakapan hanya bisa dibuka admin yang berwenang, dengan admin UT Daerah terbatas pada data wilayahnya.
Tanya DEWI sekarang